Rabu, 07 Maret 2012

PR IPM AL MIZAN gelar Seminar Pelajar


Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Seminar Pelajar dengan Tema “Mengoptimalkan Peran Pelajar Sebagai Pelopor Pelangsung dan Penyempurna Persyarikatan” Oleh PR. IPM Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan pada hari Senin, 23 Januari 2012. Acara Seminar Pelajar kali diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati Ponpes Almizan, atrinya, Siswa-siswi Mts maupun MA mengikuti seminar.
Selaku narasumber pada seminar pelajar kali ini adalah; Bpk. M. Said, selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Lamongan Periode 2010-2015, Akh. Afif Afandi, selaku Alumni IPM yang sekarang aktif di Ortom Pemuda Muhammadiyah Lamongan, dan narasumber yang ketiga adalah Akh. Mochammad Zainudin selaku IPMawan Pucuk yang juga menjabat di PD. IPM Lamongan.

Selasa, 31 Januari 2012

HW MI Muhammadiyah 3 Puncakwangi Babat

Salah Satu kegiatan yang diselenggarakan MI Muhammadiyah 3 Puncakwangi Babat adalah kegiatan ekstra yaitu Kepanduan Hizbul Wathan "Sedikit Bicara Banyak Bekerja" menjadi salah satu gerakannya.
Pengirim Berita : Bunayya,S.Pd.I

Kamis, 26 Januari 2012

Berita dalam Sekolah

Jika anda ingin memasukkan berita atau kegiatan di sekolah anda silahkan klik disini dan silahkan isi form yang telah tersedia. terima kasih

Rabu, 25 Januari 2012

Buku Tamu Forum Guru

Jika ingin mengirim Pesan Klik disini

Komunitas Blogger Guru Muhammadiyah di Lamongan

Jika anda ingin Bergabung pada Komunitas Blogger Guru Muhammadiyah Lamongan di Website kami klik disini

Jumat, 20 Januari 2012

Minggu, 15 Januari 2012

Rabu, 28 Desember 2011

Workshop dan Pembinaan Professionalisme Guru

Nama Kegiatan

WORKSHOP DAN PEMBINAAN KEPROFESIAN
GURU SERTIFIKASI DAN GURU DPK DI SEKOLAH/MADRASAH MUHAMMADIYAH
SEKABUPATEN LAMONGAN


Tema Kegiatan

Upaya Peningkatan Profesionalitas guru sertifikasi dan guru DPK di Sekolah/Madrasah Muhammadiyah sekabupaten Lamongan


Tujuan:

1.      Meningkatkan loyalitas guru sertifikasi dan guru DPK pada Persyarikatan Muhammadiyah
2.      Meningkatkan profesionalistas guru sertifikasi dan guru DPK di Sekolah/Madrasah Muhammadiyah sekabupaten Lamongan
3.      Meningkatkan kinerja, loyalitas, dan kedisiplinan guru setifikasi dan Guru DPK di Sekolah/Madrasah Muhamadiyah sekabupaten Lamongan
4.      Meningkatkan kompetensi guru sertifikasi dan guru DPK dalam menyiapkan perangkat pembelajaran dan penilaian

Sasaran:

Sasaran Kegiatan ini ádalah seluruh guru DPK dan Guru sertifikasi yang bertugas di sekolah/madrasah Muhammadiyah baik tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, maupun SMK

Penyaji Materi:

Anggota LPMP Jawa Timur, UNESA, Dinas Pendidikan Lamongan, Kemenag Lamongan, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Jawa Timur


Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Workshop dan Pembinaan Keprofesian Guru Sertifikasi dan Guru DPK di Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Sekabupaten Lamongan diselenggarakan pada tanggal 04 dan 05 Januari 2012,
bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan (hari pertama)
dan SMK Muhammadiyah I Lamongan (hari kedua)

Materi dan Indikator Pencapaian

No.
Materi
Indikator Pencapaian
Narasumber
1
Pembinaan kepegawaian dan keprofesian
Peserta dapat:
ü Memahami pokok-pokok peraturan kepegawaian
ü Menunjukkan etos kerja dan dedikasi yang tinggi
ü Mengembangkan keprofesiannya
ü Menjadi teladan bagi pegawai lain di lembaga tempat tugasnya

1.   Dinas Pendidikan Lamongan
2.   Kemenag Kab. Lamongan
2
Penguatan Ideologi Muhammadiyah
Peserta dapat:
ü Memahami prinsip-prinsip perjuangan Muhammadiyah
ü Menunjukkan pribadi yang berakhlak Islami
ü Memahami pedoman hidup guru Muhamadiyah
ü Memahami pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah khususnya kehudupan dalam mengembangkan profesi
ü Bersedia menjadi kader mencetak kader Muhamadiyah

3.   PDM Lamongan

Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Peserta dapat:
ü Memahami PKG dan PKB
ü Menguasai butir-butir PKG dan PKB
ü Melakukan penghitungan skor PKG dan PKB secara mandiri

4.   Majelis Dikdamen PDM Lamongan

Bimtek Analisis Standar Isi dan SKL
Peserta dapat:
ü Melakukan analisis SKL, SK, dan KD,
ü Menghasilkan analisisi SKL, SK, dan KD sesuai mata pelajaran yang diampu secara mandiri

5.   LPMP

Bimtek Analisis Standar Proses dan Penilaian
Peserta dapat:
ü  Menyusun perangkat pembelajaran berkarakter secara mandiri
ü  Menyusun perangkat penilaian secara mandiri
ü  Melaksanakan pembelajaran dengan metode PAIKEM
ü  Memanfaatkan hasil penilaia sebagai bahan evaluasi terahadap pembelajaran yang dilaksanakan
6.   UNESA
JADWAL KEGIATAN
WORKSHOP DAN PEMBINAAN KEPROFESIAN
GURU SERTIFIKASI DAN GURU DPK DI SEKOLAH/MADRASAH
MUHAMMADIYAH SEKABUPATEN LAMONGAN
                                                                       TAHUN 2012                                               

W A K T U
KEGIATAN / MATERI
NARASUMBER
PEMANDU
Rabu,
04  Jan. 2012
07.00 – 08.00
08.00 – 09.00
09.00 – 10.30


10.30 – 12.00

12.00 – 13.00

13.00 – 16.30



Regetrasi peserta
Opening Ceremony
Pembinaan Kepegawaian dan Keprofesian


Penguatan Ideologi Muhammadiyah

I S H O M A

Penilaian Kinerja Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKG dan PKB)





1.    Dinas Pend. Lmg.
2.    Kemenag Lmg.

PDM Lamongan



Tim Majelis Dikdasmen PDM



Darsam
Drs.Wardani, M.Ag.
Drs. M. Luthfi, M.Pd.


M. Said, S.Pd.M.Pd.




Drs. A. El-Hanif, MM.


KELAS SD/MI
Kamis, 
05  Jan. 2012
08.00 – 11.30

12.00 – 13.00

13.00 – 15.30


15.00 – 16.00


BIMTEK ANALISIS STANDAR ISI DAN SKL

I S H O M A

BIMTEK  STANDAR  PROSES  DAN  PENILAIAN

Refleksi dan Penugasan


LPMP



Unesa



Drs. Radi'im S, M.Ed

=0=

Drs. Sujak, M.Pd.

KELAS SMP/MTs, SMA/MA, DAN SMK
Kamis, 
05  Jan. 2012
08.00 – 11.30


12.00 – 13.00

13.00 – 15.30

15.00 – 16.00


BIMTEK  STANDAR  PROSES  DAN  PENILAIAN

I S H O M A

BIMTEK ANALISIS STANDAR ISI DAN SKL

Refleksi dan Penugasan


Unesa




LPMP



Drs. Sujak, M.Pd.


=0=

Drs. Radi’im, M.Ed.


KETERANGAN: Jadwal bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi

Jumat, 16 Desember 2011

Latar Belakang munculnya pembaharuan modernisasi dunia pendidikan islam

            Umat Islam di Indonesia sudah sejak lama memiliki lembaga pendidikan yang spesifik Agama yaitu Pesantren. Namun demikian perlu diakui bahwa penyelenggaraan pendidikan Agama model pesantren tersebut nampaknya sampai menjelang Abad ke-20 boleh dikatakan tidak ada pengembangan sistem sama sekali. Katakanlah, penyelenggaraan pendidikan agama di pesantren berlangsung tidak ada perubahan apapun.
            Substansi Keilmuan yang dipelajari di pesantren sama sekali tidak bergeser dari pelajaran keagamaan semata-mata “Pelajaran Agama” yang dimaksud disini adalah membaca Al-Quran, Mempelajari kitab dan pembinaan dalam mengamalkan dan menghayati keberagaman islam. Ilmu dari kriteria diatas dianggap “bukan ilmu Agama” melainkan dianggap sebagai ilmu Umum , ilmu duniawi, bahkan Ilmu kafir. Karena itu ilmu-ilmu di pesantren tidak berkembang, terutama kalau dikaitkan dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut kemajuan ekonomi, politik, kebudayaan, pertahanan dan sebagainya.
            Sistem pendidikan di pesantren juga tidak ada kemajuan , apalagi inovasi. Di Pesantren hanya dikenal pengajaran secara Halaqah, yaitu pemberian pelajaran secara berkelompok dengan cara para santri duduk melingkari tempat duduk kyai, dalam proses belajar itu sering disebut bandongan, sorongan dan wetonan. Dalam Bandongan, seorang santri membaca kitab yang dipilih  sendiri didepan seorang kyai. Sorongan merupakan cara belajar yang dilakukan santri dengan mengajukan sebuah kitab yang dipilih sendiri oleh si santri untuk dikaji didepan kyai, serta wetonan yaitu pengkajian kitab tertentu yang dipilih sendiri oleh para kyai pada bulan-bulan tertentu atau untuk di tujukan kepada santri tertentu yang dianggap sebagai santri pilihan yang layak mendapat tambahan pengetahuan agar lebih maju kemampuannya dibandingkan dengan rata-rata santri yang ada.
            Tujuan pembelajaran setelah melihat pembahasan diatas tidak berubah, bahkan literature yang dipelajari juga tidak berubah, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.  Sehingga kesimpulan yang dapat diambil merupakan latar belakang munculnya pembaharuan modernisasi dunia pendidikan islam yaitu:
·         Pertama, pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia dimulai dari kegelisahan banyak tokoh pendidikan Islam terhadap kaum muslimin yang sangat terbelakang, khususnya di bidang pendidikan, di mana wawasan intelektual menjadi semakin sempit dan pelajaran hanya pada masalah teologi.
·         Kedua, pembaharuan pendidikan Islam juga muncul ketika ada masalah antara sekolah formal dengan sekolah informal. Sekolah formal pada masa kolonila Belanda adalah sekolah bentukan pemerintah Belanda. Diluar sekolah formal ada pesantren, dayah, surau dan nggon ngaji yang merupakan tempat belajar membaca Al-Quran yang bertempat di rumah-rumah penduduk.
·         Ketiga, ketika pendidikan Barat tidak bersifat netral. Pendidikan Barat yang diselenggarakan oelh pihak zending dalam permulaan abag 19 sarat dengan misi penginjilan. Juga munculnya kristenisasi lewat pendirian sekolah modern Barat.
·         Keempat, adanya perjumpaan tokoh-tokoh pembaharu pendidikan Islam dengan tokoh-tokoh “nasionalis” sekuler maupun “nasionalis” religius yang dari perjumpaan tersebut mereka mempunyai angan-angan yang sama untuk bahu membahu dalam memerdekakan Indonesia. Kerja diantara mereka itu dimulai dengan membangun atau mengadakan pembaharuan pendidikan, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum.

Sejarah Gerakan modernisasi pembaharuan dunia pendidikan islam oleh Muhammadiyah

            Diawali dengan terjadinya  gerakan pembaharuan  dunia pendidikan  islam  pertama di Indonesia  oleh tokoh muhamadiyah yaitu KH Ahmad dahlan. Cita-cita pendidikan yang digagas Kyai Dahlan adalah lahirnya manusia-manusia baru yang mampu tampil sebagai “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, yaitu seorang muslim yang memiliki keteguhan iman dan ilmu yang luas, kuat jasmani dan rohani. Di masa  tahun 1908-1909 Ahmad Dahlan mendirikan sekolah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (SD) dan Madrasah Diniyyah di rumahnya. Sekolah ini dikelola secara modern dengan menggunakan metode dan kurikulum baru; antara lain diajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang sedang berlangsung di abad 20, juga penggunaan kursi, bangku serta kelas yang pada waktu itu masih dianggap asing.
            Ia sangat terkesan pada model pendidikan dari kolonial Belanda. Akhirnya ia merancang pendidikan Islam model sekolah kolonial, di mana ada penjenjangan kelas, kurikulum yang jelas dan adanya seragam sekolah. Sebagai guru di sekolah Islam, Ahmad Dahlan menjadikan model “sekolah dasar Belanda dengan Bibel” dijadikan “sekolah dasar Belanda dengan Al-Quran” hal ini dilakukan Ahmad Dahlan sebagai suatu ijtihad dalam melihat suatu realitas sosial. Salah satu usahanya dalam memajukan pendidikan Islam adalah usahanya memperbaharui sistem pendidikan yang dualistis, yaitu antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Ia harus menyatukan sistem pendidikan Barat yang lebih mengutamakan dan mengembangkan aspek intelektual, dan sistem pendidikan Islam yang kurang mengembangkan aspek intelektual.
            Muhammadiyah didirikan oleh K.H Achmad Dahlan pada Tanggal 8 dzulhijjah 1330 H. bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Miladiyah. Faktor Faktor yang mendorong K.H. Achmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah antara lain:
1.      Ajaran Islam diajarkan secara tidak murni bersumberkan Al-Qur’an dan Al-Hadits, tetapi tercampur dari perbuatan Syirik, bid’ah dan Kurafat
2.      Lembaga-lembaga pendidikan islam tidak dapat memenuhi tuntutan zaman, akibat dari terlampau mengisolir diri dari pengaruh luar.
3.      Keadaan umat yang sangat menyedihkan dalam bidang social, ekonomi, politik, cultural akibat adanya penjajahan. (Amien Rais dkk, 1985:13)
            Selanjutnya dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab II pasal 3 dikemukakan maksud dan tujuan Muhammadiyah yaitu “ Menegakkan dan menjunjung tinggi Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”(Tujuan tersebut telah dirubah dalam muktamar ke- 41 di Surakarta) (Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1974 :8)­ dapat diperinci sebagai berikut:
1.      Mengembalikan amal dan perjuangan Umat pada sumber Qur’an dan Hadits bersih dari bid’ah dan kurafat.
2.      Menafsirkan ajaran-ajaran Islam secara modern.
3.      Memperbaharui sistem pendidikan Islam secara modern sesuai dengan kehendak dan kemajuan zaman.
4.      Membebaskan umat dan ikatan-ikatan tradisionalisme, konservatisme, taqlidisme dan formalisme yang membelenggu kehidupan umat (Amien Rais dkk, 1985: 13).
            Muhammadiyah sebagai gerakan dalam mengikuti perkembangan dan perubahan itu senantiasa mempunyai kepentingan untuk melaksanakan Amal Ma’ruf nahi Mungkar serta menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang dipilihnya, ialah masyarakat, sebagai Usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tersebut diatas.
            Salah satu amal usaha yang dikembangkan oleh Muhammadiyah dalam bergerak meraih tujuannya ialah memajukan dan memperbaharuhi pendidikan, pengajaran dan kebudayaan serta memperluas ilmu pengetahuan menurut tuntunan islam. Muhammadiyah mengadakan pembaharuan pendidikan agama dengan jalan modernisasi dalam sistem pendidikan ,menukar sistem pondok dan pesantren dengan sistem pendidikan  yang modern yang sesuai dengan tuntutan kehendak jaman .Muhammadiyah mendirikan sekolah sekolah yang khas agama dan bersifat umum dari taman kanak kanak hingga perguruan tinggi .mengajarkan agama dengan cara mudah difahami,didaktis dan pedagois selalu menjadi pemikiran dalam Muhammadiyah.
            Ciri Khas pendidikan Muhammadiyah yaitu beridentitas Islam. Dasar pendidikan Muhammadiyah ialah Islam yang besumber dari Al-Qur’an dan sunah Rasul serta tujuan pendidikan Muhammadiyah adalah terwujudnya manusia muslim. Yang diharapkan Muhammadiyah adalah bahwa sekolah muhammadiyah mencerminkan pendidikan islam sebagai yang dicita-citakan yaitu melaksanakan semua komponen pendidikan islam yang mantap dan terpadu. Guru dan anak didik menghayati dan mengamalkan cara hidup, cara bergaul, cara belajar dan sebagainya sesuai dengan Islam , baik di sekolah maupun diluar sekolah. Yang membedakan sekolah Muhammadiyah dengan sekolah yang bukan Muhammadiyah ialah bahwa sekolah Muhammadiyah melaksanakan pendidikan Agama Islam yang luas dan mendalam meliputi Tauhid, Ibadah, Akhlak, dan ilmu pembantu dalam pendidikan islam serta Kemuhammadiyahan.

INFORMASI PENAWARAN

Menindaklanjuti komunikasi dan kebutuhan produk pesona edu, kami telah sampaikan bahwa produk pesona edu yang digunakan pada workshop adalah paket personal berbentuk DVD Pesona Edu seharga 100,000 dengan masa aktif 6 bulan. Bila masa aktif habis, maka membeli paket personal kembali dan menginstal kembali.

Saat ini Pesona Edu mengeluarkan produk baru PESA (Pesona Edu School Agreement) dimana benefitnya secara biaya cukup efisien dan masa aktif 1 tahun, bila telah habis masa aktifnya cukup memperpanjangnya tanpa menginstal kembali.

PESA ini :
untuk SD 2 pelajaran Matematika+Sains seharga Rp 100,000.-/user
untuk SMP 2 pelajaran Matematika+Sains seharga Rp 150,000.-/user
untuk SMA1 pelajaran Fisika seharga Rp 80,000.-/user

PESA ini pemesanan minimum order melalui Dikdasmen PDM Lamongan adalah minimal 50 user per tingkat pendidikan (SD/SMP/SMA sederajatnya).

Demikian penawaran paket PESA ini, kami membuka diri untuk komunikasi. Terima kasih

Wassalamualaikum
Pito Sujatmiko
081287492641
telp kantor 03171190777

OutBond Kepemimpina

OutBond Kepemimpina

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes